CIBINONG- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, merampungkan sosialisasi kepada kelompok strategis yang dilakukan oleh 10 lembaga kemasyarakatan yang tersebar di seluruh Kabupaten Bogor. Sosialisasi melalui kelompok itu dilakukan guna meningkatkan angka partisipasi memilih hingga merasuk ke berbagai lini kemasyarakatan.

 

Ke-10 kelompok di Kabupaten Bogor yang melakukan sosialisasi itu, adalah KNPI, Serikat Pekerja Nasional (SPN), Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI), LPKPU MUI, Forum Pemuda Peduli Bogor, Daya Mahasiswa Sunda, Perhimpunan Tunanetra Indonesia (Pertuni), Pekerja Sosial Kabupaten Bogor, Koalisi Perempuan Politik Indonesia (KPPI) dan Senat FISIP UNIDA.

Walau masih terbatas, KPU menganggap sosialisasi itu telah sampai ke berbagai komponen kemasyarakatan  dari pemuda hingga ke komponen masyarakat yang berkebutuhan khusus. Melalui program kerja tersebut KPU berharap seluruh lapisan masyarakat di wilayah kerjanya memahami tentang penyelenggaraan Pilgub Jabar yang bakal dilakukan Minggu, 24 Februari nanti.

“Secara kuantitatif KPU memiliki pekerjaan besar untuk meningkatkan angka partisipasi memilih yang dominan. Ya, di atas angka 70-80 persen partisipasi memilih itu adalah targetan kita. Secara kualitatif, KPU mendorong upaya meningkatkan partisipasi memilih yang cerdas. Jadi masyarakat pemilih tidak asal memilih calon saja,” ujar Ketua Divisi Sosialisasi KPU Kabupaten Bogor, Muhammad Yusuf Seran mewakili Ketua KPU Kabupaten Bogor, Achmad Fauzi  di Kantor KPU Kabupaten Bogor JL tegar beriman No. 35 Cibinong, Selasa (29/1).

Menurutnya, sosialisasi yang telah diberikan oleh kelompok strategis merupakan sebuah pemantik, alih-alih setiap peserta sosialisasi dimaksud akan menyampaikan arahan yang serupa dengan tujuan yang sama pada para pemilih lainnya. Selain melalui kelompok strategis, KPU Kabupaten Bogor juga melakukan beberapa model sosialisasi yakni berupa iklan di media cetak, iklan pada sejumlah radio lokal di Bogor serta pemahaman langsung terhadap masyarakat. Baik kepada pemilih pemula yang merupakan pelajar, pemuda dan mahasiswa maupun kepada pemilih tradisional lainnya.

Di sisi lain, Seran berpendapat, bahwa Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta Panitia Pemungutan Suara (PPS) di seluruh wilayah kerjanya, merupakan ujung tombak pelaksanaan sosialisasi sehingga mengena langsung pada masyarakat di lapisan RT dan RW.

”Jadi, pada intinya sosialisasi yang kami lakukan ini bukan sebatas usaha peningkatan partisipasi memilih pada Pilgub Jabar saja, melainkan usaha penyadaran masyarakat untuk berpartisipasi pada semua rangkaian Pemilu yang diamanatkan perundang-undangan. Tentunya pemilih harus memilih dengan cerdas,” tegas Seran. (*frank*)