CIBINONG-  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bogor, melakukan uji publik  pembentukan daerah pemilihan (dapil) untuk Pemilu Legislatif (Pileg) tahun 2014 mendatang  dengan menghadirkan pimpinan partai politik peserta Pileg 2014 serta perwakilan organisasi kemasyarakatan setempat.  Uji publik digelar di Ruang  Rapat  I Kompleks Tegar Beriman Kabupaten Bogor, Kamis (28/2) siang tadi. 

 

  

Pihak Pemkab Bogor diwakili langsung Wakil Bupati Bogor, Karyawan Faturahman serta Asisten  Pemerintahan, Rudi Gunawan. Hadir pula perwakilan Kapolres Bogor serta perwakilan Dandim Bogor.  Empat orang komisioner KPU Kabupaten Bogor hadir dalam pelaksanaan uji publik  yakni, Romli Eko Wahyudi, Haryanto Surbakti, Muhammad Yusuf Seran yang dipimpin langsung oleh Achmad Fauzi selaku Ketua KPU Kabupaten Bogor.

Adapun komposisi dapil yang disetujui oleh mayoritas peserta  yang hadir dalam gelaran uji publik tersebut, untuk segera diusulkan ke KPU RI, adalah untuk dapil  I  sembilan (9) kursi,  dapil II sembilan (9) kursi, dapil III delapan (8) kursi, dapil IV delapan (8) kursi, dapil V delapan (8) kursi dan dapil VI delapan (8) kursi.

Wilayah Kabupaten Bogor memiliki alokasi 50 kursi DPRD. Pembahasan utama dalam uji publik itu adalah perubahan alokasi kursi per dapil serta pemindahan dua wilayah kecamatan dalam penggabungan dapil. Kedua kecamatan itu adalah Klapanunggal, yang semula dapil II ke dapil I, dan Rumpin yang semula dapil IV digeser ke dapil V.

“Kami tidak mengubah secara drastis karena perubahan ini tetap berpijak pada regulasi yang berlaku, dalam hal ini Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) 05 tahun 2013 serta prinsip-prinsip penyusunan dapil,”ujar Kepala Divisi Penetapan Dapil KPU Kabupaten Bogor, Muhammad Yusuf Seran.

Seran mengatakan, prinsip-prinsip tersebut adalah,   kesetaraan nilai suara, ketaatan pada sistem, pemilu yang proporsional, proporsionalitas penghitungan jumlah penduduk terhadap suara hasil pemilu, integralitas wilayah, cakupan wialayh dapil yang seirama dengan wilayah propinsi dan pusat, sosial budaya  masyarakat setempat sekaligus kesinambungan dapil yang pernah dilakukan pada 2009 lalu.  (*franks*)