ummi

 UMMI WAHYUNI, S.Pt.,MM

(Ketua KPU Kabupaten Bogor 2018 -2023)

Perempuan dan peran ibu, adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun perempuan belum menikah tidak banyak juga yang tidak berperan sebagai ibu dirumahnya. Ibu adalah tokoh sentral dalam keluarga sekaligus manajer semua anggota keluarga.

 

Perempuan dalam keluarga secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 peranan namun disertai dengan berbagai kompleksitas peranannya , diantaranya adalah :

 

    1.      Perempuan sebagai Ibu dalam keluarga

    2.      Perempuan sebagai Istri

    3.      Perempuan sebagai bagian dari lingkungan keluarga

 

Perempuan sebagai Ibu dalam keluarga

 

Perempuan sebagai Ibu dalam rumah tangga sangatlah kompleks peranannya, apalagi saat pademik Covid-19 seperti saat ini. Dengan berbagai kebijakan penanganan covid-19 yang semua kegiatan disentralkan dirumah menjadikan perempuan semakin bertambah tugas dan perannya. Ibu menjadi guru sekaligus teman diskusi anak saat mengerjakan tugas dari sekolah bahkan tidak jarang ibu tiba-tiba berperan sebagai wartawan sekaligus perekam video saat anak-anak harus mengumpulkan tugas dalam bentuk praktek kegiatan.

 

Ibu juga berperan sebagai koki dalam keluarga, bahkan peran koki sekarang ditambah menjadi sebagai ahli nutrisi dalam kelurga. Stamina tubuh yang baik saat covid-19 sangatlah diperlukan sehingga hampir semua perempuan dalam keluarga sekarang harus memutar otak bagaimana menyediakan makanan yang bervariatif, murah namun tetap memiki nilai nutrisi yang mencukupi.

 

Stamina tubuh dapat menjadi optimal kerika ditunjang juga dengan psikologi jiwa yang Bahagia. Tidak jarang dalam keluarga sekarang peran ibu bertambah yaitu menjadi psikolog yang mampu menemani anak-anak saat sudah jenuh dan mendekati titik rasa kebosanan dalam rumah. Bahkan tak jarang ibu juga berperan sebagai psikolog untuk seorang ayah dengan menjadi partner bercerita saat banyaknya permasalahan dalam pekerjaan disaat pandemic covid-19 ini.

 

Pengeluaran yang semakin besar tanpa disertai dengan pemasukan pendapatan menjadi dampak salah satu dari pandemic Covid-19, sehingga saat ini peran ibu sebagai akuntan keuangan sangatlah penting. Ibu harus mampu mengelola keuangan keluarga agar tetap stabil dan semua kebutuhan keluarga terpenuhi.

 

Berbagai permasalahan rumah tangga tidak hanya datang dari seisi anggota keluarga, namun faktor kenyamanan kontruksi bangunan rumah dan isinya menjadi hal yang sangat penting sehingga saat ini ibu juga harus berperan sebagai ahli bangunan dan designer sekaligus cleaning service karena menciptakan suasana rumah yang nyaman dan bersih merupakan wajib jika ingin semua anggota keluarga nyaman dan betah dirumah.

 

Perempuan Sebagai Isteri

 

Berbicara peran perempuan sebagai istri dalam rumah tangga tidaklah lepas dari peran istri sebagai partner dan pendamping suami di dalam rumah. Kita sama-sama mengetahui dampak covid-19 ini sungguh luar biasa. Tidak hanya berdampak kepada sektor kesehatan saja akan tetapi berdampak juga pada sektor ekonomi dan kehidupan sosial.

 

Beban kerja yang bertambah pada suami dalam mencari nafkah yang halal untuk keluarga sangatlah memerlukan support dari seorang istri. Istri harus dapat berperan sebagai partner hidup dan teman diskusi dalam mencari solusi permasalahan bersama. Tidak jarang juga istri harus berperan sebagai motivator saat suami sudah mulai meningkat beban fikirannya.

 

Peran istri di dalam keluarga menurut UU No. 16 Tahun 2019 tentang perkawinan menyatakan bahwa Hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga, Oleh karena itu antara suami dan istri harus saling terbuka dan saling memberikan semangat sebagai partner hidup di dalam rumah tangga.

 

Perempuan sebagai bagian dari lingkungan keluarga

 

Perempuan bagian dari lingkungan keluarga dalam arti peran perempuan dalam keluarga besarnya dan perempuan dalam lingkungan keluarga disekitar lingkungan tempat tinggal.

 

Peran perempuan dalam keluarga besarnya ini menyangkut peran perempuan sebagai seorang anak, menantu, adik dan kakak kandung serta sebagai adik dan kakak ipar dari keluarga suami. Hubungan yang baik dan harmonis antara perempuan dan keluarga besarnya memiliki hubungan yang relevan. Diperlukan saling menjaga dan memahami dalam berkomunikasi dan bersilaturahmi menjadi hal yang paling penting. Karena tidak bisa kita menutup mata hal ini bisa menjadi pemicu masalah baru ketika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik.

 

Perempuan juga sangat berperan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Apalagi saat pandemik ini, sangat diperlukan peran perempuan dalam bersinergi di lingkungan tempat tinggalnya. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan dalam mencegah dan mengurangi dampak covid-19 yang erat kaitannya dengan dampak pada aspek sosial.

 

Gerakan solidaritas perempuan berawal dari sebuah keluarga

 

Keterbatasan aktifitas kita di luar rumah tidak menghalangi kita untuk melakukan hal-hal yang positif dan mampu mengurangi dampak covid-19. Terutama peran perempuan dalam keluarga baik kelurga dekat maupun orang lain yang sebagai keluarga dalam lingkungan tempat tinggalnya.

 

Berbagai hal harus terus dapat kita lakukan, optimalisasi peran perempuan dalam keluarga baik sebagai ibu dan istri sangatlah diperlukan agar bisa terus seirama dan sejalan dalam perannya. Peran perempuan dalam lingkungan juga sangat diperlukann.

 

Banyak hal positif yang bisa dilakukan oleh perempuan dalam bentuk gerakan solidaritas bersama untuk mengurangi dampak Covid-19.

 

Dampak covid-19 yang paling berbahaya setelah dampak secara kesehatan yang dapat membuat orang kehilangan nyawa, yaitu dampat hilangnya rasa kepedulian dan solidaritas di lingkungan sosial kita.

 

Gerakan solidaritas perempuan dapat diawali dari lingkup terkecilnya, perempuan dapat saling berbagi dan saling menguatkan. Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan, tentu ini akan menjadi permasalahan tersendiri bagi perempuan jika kita tidak memulai peduli terhadap sekitar kita.

 

Berawal dari keluarga dan berawal dari kita sendiri mari bersama kita tingkatkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sosial terdekat kita. Gerakan saling membagi makanan dan bergantian memasak dapat dijadikan salah satu gerakan solidaritas perempuan yang berawal dari keluarga. Semakin banyak keluarga yang bahagia, akan mampu mempercepat putusnya pandemik covid-19.

 

Perempuan dan peran ibu, adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Walaupun perempuan belum menikah tidak banyak juga yang tidak berperan sebagai ibu dirumahnya. Ibu adalah tokoh sentral dalam keluarga sekaligus manajer semua anggota keluarga.

Perempuan dalam keluarga secara garis besar dapat dibagi menjadi 3 peranan namun disertai dengan berbagai kompleksitas peranannya , diantaranya adalah :

    1. Perempuan sebagai Ibu dalam keluarga

    2. Perempuan sebagai Istri

    3.  Perempuan sebagai bagian dari lingkungan keluarga

Perempuan sebagai Ibu dalam keluarga

Perempuan sebagai Ibu dalam rumah tangga sangatlah kompleks peranannya, apalagi saat pademik Covid-19 seperti saat ini. Dengan berbagai kebijakan penanganan covid-19 yang semua kegiatan disentralkan dirumah menjadikan perempuan semakin bertambah tugas dan perannya. Ibu menjadi guru sekaligus teman diskusi anak saat mengerjakan tugas dari sekolah bahkan tidak jarang ibu tiba-tiba berperan sebagai wartawan sekaligus perekam video saat anak-anak harus mengumpulkan tugas dalam bentuk praktek kegiatan.

Ibu juga berperan sebagai koki dalam keluarga, bahkan peran koki sekarang ditambah menjadi sebagai ahli nutrisi dalam kelurga. Stamina tubuh yang baik saat covid-19 sangatlah diperlukan sehingga hampir semua perempuan dalam keluarga sekarang harus memutar otak bagaimana menyediakan makanan yang bervariatif, murah namun tetap memiki nilai nutrisi yang mencukupi.

Stamina tubuh dapat menjadi optimal kerika ditunjang juga dengan psikologi jiwa yang Bahagia. Tidak jarang dalam keluarga sekarang peran ibu bertambah yaitu menjadi psikolog yang mampu menemani anak-anak saat sudah jenuh dan mendekati titik rasa kebosanan dalam rumah. Bahkan tak jarang ibu juga berperan sebagai psikolog untuk seorang ayah dengan menjadi partner bercerita saat banyaknya permasalahan dalam pekerjaan disaat pandemic covid-19 ini.

Pengeluaran yang semakin besar tanpa disertai dengan pemasukan pendapatan menjadi dampak salah satu dari pandemic Covid-19, sehingga saat ini peran ibu sebagai akuntan keuangan sangatlah penting. Ibu harus mampu mengelola keuangan keluarga agar tetap stabil dan semua kebutuhan keluarga terpenuhi.

Berbagai permasalahan rumah tangga tidak hanya datang dari seisi anggota keluarga, namun faktor kenyamanan kontruksi bangunan rumah dan isinya menjadi hal yang sangat penting sehingga saat ini ibu juga harus berperan sebagai ahli bangunan dan designer sekaligus cleaning service karena menciptakan suasana rumah yang nyaman dan bersih merupakan wajib jika ingin semua anggota keluarga nyaman dan betah dirumah.

Perempuan Sebagai Isteri

Berbicara peran perempuan sebagai istri dalam rumah tangga tidaklah lepas dari peran istri sebagai partner dan pendamping suami di dalam rumah. Kita sama-sama mengetahui dampak covid-19 ini sungguh luar biasa. Tidak hanya berdampak kepada sektor kesehatan saja akan tetapi berdampak juga pada sektor ekonomi dan kehidupan sosial.

Beban kerja yang bertambah pada suami dalam mencari nafkah yang halal untuk keluarga sangatlah memerlukan support dari seorang istri. Istri harus dapat berperan sebagai partner hidup dan teman diskusi dalam mencari solusi permasalahan bersama. Tidak jarang juga istri harus berperan sebagai motivator saat suami sudah mulai meningkat beban fikirannya.

Peran istri di dalam keluarga menurut UU No. 16 Tahun 2019 tentang perkawinan menyatakan bahwa Hak dan kedudukan isteri adalah seimbang dengan hak dan kedudukan suami dalam kehidupan rumah tangga, Oleh karena itu antara suami dan istri harus saling terbuka dan saling memberikan semangat sebagai partner hidup di dalam rumah tangga.

Perempuan sebagai bagian dari lingkungan keluarga

Perempuan bagian dari lingkungan keluarga dalam arti peran perempuan dalam keluarga besarnya dan perempuan dalam lingkungan keluarga disekitar lingkungan tempat tinggal.

Peran perempuan dalam keluarga besarnya ini menyangkut peran perempuan sebagai seorang anak, menantu, adik dan kakak kandung serta sebagai adik dan kakak ipar dari keluarga suami. Hubungan yang baik dan harmonis antara perempuan dan keluarga besarnya memiliki hubungan yang relevan. Diperlukan saling menjaga dan memahami dalam berkomunikasi dan bersilaturahmi menjadi hal yang paling penting. Karena tidak bisa kita menutup mata hal ini bisa menjadi pemicu masalah baru ketika kita tidak mampu mengelolanya dengan baik.

Perempuan juga sangat berperan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Apalagi saat pandemik ini, sangat diperlukan peran perempuan dalam bersinergi di lingkungan tempat tinggalnya. Banyak hal yang bisa dilakukan oleh perempuan dalam mencegah dan mengurangi dampak covid-19 yang erat kaitannya dengan dampak pada aspek sosial.

Gerakan solidaritas perempuan berawal dari sebuah keluarga

Keterbatasan aktifitas kita di luar rumah tidak menghalangi kita untuk melakukan hal-hal yang positif dan mampu mengurangi dampak covid-19. Terutama peran perempuan dalam keluarga baik kelurga dekat maupun orang lain yang sebagai keluarga dalam lingkungan tempat tinggalnya.

Berbagai hal harus terus dapat kita lakukan, optimalisasi peran perempuan dalam keluarga baik sebagai ibu dan istri sangatlah diperlukan agar bisa terus seirama dan sejalan dalam perannya. Peran perempuan dalam lingkungan juga sangat diperlukann.

Banyak hal positif yang bisa dilakukan oleh perempuan dalam bentuk gerakan solidaritas bersama untuk mengurangi dampak Covid-19.

Dampak covid-19 yang paling berbahaya setelah dampak secara kesehatan yang dapat membuat orang kehilangan nyawa, yaitu dampat hilangnya rasa kepedulian dan solidaritas di lingkungan sosial kita.

Gerakan solidaritas perempuan dapat diawali dari lingkup terkecilnya, perempuan dapat saling berbagi dan saling menguatkan. Apalagi menjelang bulan suci Ramadhan, tentu ini akan menjadi permasalahan tersendiri bagi perempuan jika kita tidak memulai peduli terhadap sekitar kita.

Berawal dari keluarga dan berawal dari kita sendiri mari bersama kita tingkatkan rasa kepedulian kita terhadap lingkungan sosial terdekat kita. Gerakan saling membagi makanan dan bergantian memasak dapat dijadikan salah satu gerakan solidaritas perempuan yang berawal dari keluarga. Semakin banyak keluarga yang bahagia, akan mampu mempercepat putusnya pandemik covid-19.